Mengenalkan Fatima dan Rasulullah Pada Azmi

IMG_7749
Azmi @playtime-lottemart
Ketika Azmi bertanya “Umi benar nama Fatima itu nama anaknya nabi?”
Ummi: “Iya benar, nabi siapa hayo?”

Azmi: “Itu yang ada di nama Rizky…”

Ummi: “Siapa namanya?”

Azmi: “Muhammad, jadi Rizky ayahnya aku ya ummi..? Dulunya waktu jaman nabi…”

Hihihi amaze dengan cara pikirnya…

Ummi: “Iya, Fatima diambil dari nama putrinya Rasulullah Muhammad yang abi ambil juga tuk ke nama Rizky..”

Azmi: “Ooh gitu yaah..”

Lalu, mulailah saya mendongeng kehebatan Fatima terlebih dahulu biar lebih konek ke Azmi. Bahwa sosok Fatima itu merupakan seorang wanita pejuang sedari kecil, karena ibunya Siti Khadijah istri dari rasulullah wafat disaat Fatima masih sangat kecil kalau tidak salah saat ia masih berumur 6 tahun. Namun Fatima kecil bisa dengan cepat beradaptasi, yang lalu menjadi pengganti dari sosok ibunya…Fatima berperan sebagai ibu rumah tangga yang memenuhi kebutuhan ayahnya dalam berdakwah. Bayangkan anak 6 tahun seumuran Azmi saat ini.

Dimana ayahnya yang merupakan kekasih Allah seorang Rasul yang bila disetarakan saat ini dengan jabatan pastinya setara dengan seorang kepala negara, nah tentunya dalam kesehariannya seorang istri presiden harus bisa menata-menoto mengikuti kegiatan harian semacam protokolernya. Nah sejak Siti Khadijah wafat peran itu bisa dilakukan oleh Fatima kecil dengan sangat luwes, itu kenapa ia beri gelar Ummu Abiha – ibu dari ayahnya. Dan istri-istri rasul lainnya pun melihat perilaku, tutur kata hingga pola pikirnya Fatima yang paling menyerupai dengan Rasulullah.

Fatima kecil yang berani serta sigap menolong ayahnya Muhammad saat terluka ketika dilempari batu saat berdakwah, kemudian Fatima juga sangat pintar menghibur hati Rasulullah disaat beliau sedang terpuruk karena cemoohan serta cacian makian yang didapat selama berdakwah. Ketika besar pun ide serta gagasan dari Fatima seringkali diperhitungkan sebagai terobosan yang bisa dipakai oleh Rasulullah dalam mengambil keputusan akan sesuatu.

Jadi, anakku Azmi nama belakangmu Fatima itu dari seorang wanita yang kuat, bertutur kata halus dan seorang yang mempunyai ide-ide brilian. Selain ia juga putri dari seorang Ayah yang dicintai oleh Allah SWT.

Lalu saya mulai bercerita tentang Ayah nya Fatima, yaitu Rasulullah Muhammad saw. Dari tiap cerita mulai dari lahirnya Rasul di tahun Gajah karena ada perang dengan menggunakan gajah sebagai tunggangannya lalu Muhammad kecil yang yatim-piatu kemudian ia tumnuh besar pintar berdagang hingga peristiwa bertemu dengan malaikat penyampai wahyu yang menjadi sahabatnya yaitu Jibril.

Nah Azmi sangat suka bagian saat saya cerita ketika malaikat Jibril menyampaikan wahyu tuk pertama kalinya, ketika Surat Al Alaq 1-5 dibacakan kepada Rasul. Kenapa dibacakan, karena ia – Muhammad tidak bisa membaca. Azmi cukup kaget mendengarnya mungkin ia berpikir “Aah masa siih orang sehebat Rasul ga bisa baca kaya aku…”.

Saya pun menceritakan betapa grogi, malu dan takutnya Rasul dalam waktu yang bersamaan saat malaikat Jibril memintanya tuk membaca “Iqro…iqro…iqro…iqro ya Muhammad..”

Dan Rasul menjawab dengan memelas “Aku…aku…aku ga bisa baca ya Jibril…”

Tapi Jibril dengan sabar men talqin (talaqi: membaca berulang-ulang kepada Muhammad hingga hafal), sama seperti yang Ummi rutinkan setiap Azmi mau tidur. Azmi mengangguk-angguk ketika saya mendongeng bagian itu, ia tersenyum simpul. Mungkin ia mulai paham kenapa saya tidak memaksakan tuk ia membaca dengan sempurna serta lancar terlebih dahulu namun saya mentalaqi surat-surat pendek dengan cara membacakan berulang-ulang. Saat ini sudah hampir 4 bulan masih mentalqin di surah An Naba, belum pindah ke lain surah.

Yah saya ajah masih harus nyontek Quran terus saat mentalqin karena ada 40 ayat, nah ini Azmi hanya dengan mendengar ia bisa melanjutkan potongan-potongan ayatnya. Kadang saya iseng hanya membaca awal ayatnya ia melanjutkan sisanya, begitu tiap ayat. Sebenarnya sudah ‘nyangkut’ hafalannya namun ia masih belum pede tuk murojah sendiri.

Tulisan ini hanya sharing diary kebersamaan saya dengan putri yang mulai bertanya banyak hal, saya masih mencoba mengolah story telling yang baik terutama tentang kisah nabi tanpa bantuan buku, tapi tetap saya sebelumnya mereview bagian kisah mana saja yang mau diangkat.

Karena Azmi tipekal bisa menyerap ilmu lewat dibacakan atau didongeng, walau saat  dibacakan ia seperti tidak fokus kesana-kemari tapi ia bisa menceritakan kembali dongeng saya pada adiknya walau masih sepotong-sepotong.

Maaf bila ada sejarah yang mungkin agak melenceng, boleh kok bila ada yang mau mengkoreksi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s